Kadang aku merasa ingin pergi. Ingin mengenal orang-orang baru yang belum pernah kutemui. Ingin bertemu suasana yang sungguh bisa membuatku nyaman menjadi diriku sendiri. Sayangnya, akhir-akhir ini aku harus menciptakan suasana itu sendiri. Bukan sekali dua kali aku membuat jarak. Beberapa kali. Mungkin ini kali ketiga atau keempat. Aku tak begitu ingat. Namun, mungkin mereka sudah terbiasa dengan jarak yang aku buat. Aku rasanya enggan untuk memulai lagi, toh sama saja ada atau tidak adanya aku.
Sore ini, kuputuskan untuk "kembali mengurangi jarak". Hal inipun kulakukan setelah aku meminta saran dari orang yang kuanggap bisa kupercaya. Bukan salah satu dari mereka, namun dari orang yang bahkan belum pernah kutemui secara langsung. Namun, aku menerima respon yang kurasa sinis dari beberapa mereka. "Eh, masih inget buat mampir kemari?" "Kirain udah lupa sama kita sis" katanya menanggapi chatku di line. Hanya bisa tersenyum. Itu hal yang paling mudah yang bisa kulakukan. I was expecting a warm welcome, but again, karma does exist, right? Aku yang mungkin berlaku dingin dengan membuat jarak, mendapatkan balasan yang dingin pula.
Ah entahlah, awalnya kupikir jarak yang kubuat bisa membuat diriku lebih baik hari ini. Tapi ternyata sama saja. Tidak berarti, masih kosong, masih sepi, masih jengah. Aku ingin sekali punya sahabat. Orang yang bisa kuceritakan semua kesahku, yang bisa menjadi partner kala suka dan duka. "Persahabatan saat kuliah biasanya gak mendalam. Mereka gak bisa dipercaya," kata orang yang menjadi tempat curhatku akhir-akhir ini. Aku masih belum percaya pernyataannya tersebut. Namun, mungkin saat aku masuk dunia pekerjaan yang lebih sadis, baru bisa kutemukan orang yang bisa sungguh aku percaya.
Jarak. Jauh. Tapi Dia tidak jauh. Dia hanya sejauh doa. Tuhan hanya sejarak doa. Lagi-lagi, aku hanya bisa kembali pada Tuhan. Sejauh apapun jarak yang aku coba buat dengan Tuhan, Dia setia menungguku kembali. Tak pernah Dia berkomentar, "Eh, masih inget buat berdoa?" "Kirain udah lupa sama Aku, anakKu". Hanya kasih sayang yang kurasakan, setiap kali aku menangis dalam doa, setiap kali aku kembali padaNya. And this beautiful Bible quote couldn't make me calm more:
"I call on the Lord in my distress, and He answers me."- Psalm 120:1.

No comments:
Post a Comment