Tuesday, May 5, 2015

Dear May

Tak terasa, bulan sudah berganti. Mei. Tak terasa, karena dulu janjiku pada diri untuk mendaftar sidang pada tanggal 4 Mei. Nyatanya, sekarang sudah tanggal lima. Dan sekali lagi, aku gagal untuk daftar sidang. Aku merasa tak berguna lagi. Aku merasa tidak berharga lagi. Harapan kedua orangtuaku harus pupus sekali lagi, untuk bisa melihat anak sulungnya ujian skripsi.

Rasanya bingung, aku merasa sendirian. Tak ada yang sungguh-sungguh peduli padaku, bahkan orang-orang yang kupikir akan peduli. Tapi tak bisa dan tak boleh kuharapkan orang lain peduli, mereka punya urusan masing-masing. Namun aku beruntung.....

Akhir tahun 2014 lalu, aku bergabung dalam sebuah komunitas fotografi ponsel. Saat itu, aku masih tak bisa apa-apa. Namun ketertarikanku akan dunia foto semakin memuncak saat bersentuhan dengan dunia foto minimalis. Dalam komunitas itu, aku bertemu dengan seseorang. Awalnya, kupikir aku hanya akan sebatas berteman dengannya. Hanya sekadar obrolan tentang foto. Sungguh di luar dugaanku, orang ini melakukan lebih. Tak hanya bicara tentang fotografi semata, orang ini menyentuh hidupku secara personal. Beberapa hari lalu saat aku sungguh ada di titik bawahku, dialah orang yang sungguh-sungguh peduli. Aku terharu dan merasa bersalah saat tahu dia sungguh kuatir padaku. Tak pernah kudapatkan perhatian seistimewa ini. Dan aku bersyukur. Dari dulu aku ingin sekali punya seorang kakak, sosok yang bisa menjaga, melindungiku, dan membuatku merasa aman. Orang ini menjagaku, memastikan aku aman dengan caranya sendiri, dan membuatku tidak kuatir dulu. Orang ini membuat aku merasa bahwa aku disayangi. Om Dhana, begitulah aku biasa memanggilnya. Aku merasa bahagia bisa mengenal dirimu Om. Aku merasa sungguh diberkati bisa bertemu denganmu. Bagiku, kau seperti malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjagaku dengan caramu sendiri. Aku beruntung.

..........bisa bertemu dengan orang yang sungguh-sungguh peduli padaku. Dan biarlah kepedulian ini bisa membuatku menyemangati diriku, untuk menyelesaikan skripsi, menyelesaikan sidang, menyelesaikan mimpiku yang tertunda.

Dear May, please be nice.

No comments:

Post a Comment