Saturday, April 25, 2015

Akhirnya Datang Juga

Akhirnya datang juga hari itu.
Hari menggunakan toga.
Hari menjadi wisudawan dan wisudawati.
Hari dimana senyum bahagia merekah di wajah sendiri.
Hari dimana orangtua bisa menangis bangga.
Hari wisuda.

Sayangnya hari ini bukan untukku.

25 April 2015.
Hari wisuda bagi teman-temanku yang sudah menyandang gelar Sarjana Psikologi dan Sarjana lainnya. Hari ini sebetulnya aku sakit. Flu yang semakin parah sejak dua hari lalu. Hidung tersumbat, bersin tak kunjung henti, papila tak berhasil memberi rasa pada makanan. Tapi toh akhirnya aku datang juga.
Awalnya hanya satu nama yang terpikir di otakku. Theresia Michelle Alessandra. Sedih rasanya tak bisa hadir saat kamu sidang Chelle. Dan aku tak mau lagi membuatmu kecewa di hari wisudamu ini. Walau badan tidak fit, jaket biru itu masih bisa membuatku sedikit hangat.

Tibalah di JCC pukul 11.00 WIB bertemu dengan Ella dan Frieska. Berbincang bersama mereka, satu-satu nama temanku yang lain mulai muncul di pikiran. Ya, mereka yang akan di wisuda hari ini. Yuana, Raissa, Lupita, Keitha, Meitri, dan masih banyak yang lainnya yang tak bisa kuingat satu per satu. Kupikir pukul satu siang sudah bisa kutemui mereka, sayangnya hingga pukul tiga prosesi wisuda belum rampung. Walau kaki sudah pegal dan kepala makin pening, tak ingin rasanya kulewatkan senyum di wajah teman-temanku.

Akhirnya datang juga.
Saatnya aku bisa bertemu dengan mereka! Sorakan, senyuman, pelukan, cium pipi, ucapan selamat mengalir keluar setiap kutemui temanku yang wisuda hari ini. Senang rasanya bisa melihat kebahagiaan mereka. Hanya doa dan ucapan selamat yang bisa kuberikan. Semoga teman-temanku ini sukses. Semoga bisa kususul mereka bulan November nanti.

Happy Graduation Day!!!
Sempat kecewa karena orang yang kutargetkan untuk kutemui belum juga terlihat. Duh Michelle aku susah sekali mencarimu. Untunglah bisa ketemu walau kurang dari lima menit. Sedih masih terasa karena belum sempat berfoto denganmu Michelle. Semoga hadiah kecilku bisa menyenangkan harimu ya.

Jujur saja, melihat kondisi hari ini aku terpacu. Terpacu untuk menyelesaikan skripsiku. Terpacu untuk membayar lunas hutangku. Terpacu untuk segera mendapat gelar Sarjana. Yang kini kubuthkan hanya semangat yang lebih keras, doa yang lebih tekun, kerja yang lebih konsisten, dan keyakinan bahwa Tuhan akan buat semua indah pada waktuNya.

Sekali lagi, selamat sarjana teman-temanku!

Akhirnya akan datang juga,
hari itu untukku.
Pasti.

No comments:

Post a Comment