Tuesday, April 21, 2015

It's already April, 2015

Sudah 2015. Sudah bulan April. Sudah tanggal 21. Sudah hampir mencapai pertengahan tahun lagi. 

Sedihnya, meskipun sudah hampir mencapai pertengahan tahun ini, aku merasa gak menghasilkan apa-apa. Unproductive, lack of achievement. Perasaan tidak produktif ini sungguh membunuhku. Aku kangen hari- hari yang sibuk banyak kerjaan kuliah. Aku kangen hari-hari yang sibuk banyak tuntutan organisasi. Aku kangen hari-hari yang setiap hari ada kerjaannya.


Sedihnya, meskipun sudah hampir mencapai pertengahan tahun ini, aku masih belum menyandang gelar sarjana. Lelah, muak, capai, kehilangan motivasi. Perasaan lelah ini sungguh membunuhku. Aku ingin sekali punya tempat untuk berbagi, menyampaikan semua kejenuhanku akan skripsi ini. Aku ingin sekali bisa bangkit dan menyelesaikan skripsi ini. Aku ingin sekali segera keluar dari kejenuhan satu setengah tahun mengerjakan skripsi. Tapi toh setiap pagi kubuka mata, niat terkumpul, namun saat laptop terbuka aku tak tahu harus mengetik apa. Aku merasa hilang arah. Dosen pembimbing pun rasanya takut kuhadapi. Aku takut, segan, malu. 


Sedihnya, meskipun sudah mencapai pertengahan tahun ini, banyak sekali kejadian yang tak kutuliskan disini. Banyak sekali hal baik dan buruk yang kulalui hanya kurasa sekelebat. Banyak kejadian yang entah mengapa tak bisa kuresapi. Hari-hari berlalu tanpa makna bagiku. Aku rindu diriku yang dulu, yang suka menulis, untunglah kubuka lagi blog ini dan kutuliskan sesuatu hari ini.



Sarah, aku rindu kamu!
Sedihnya, saat mulai mencapai pertengahan tahun ini, aku banyak sekali menerima berita kehilangan. Kehilangan yang tak akan pernah kembali lagi. Satu kehilanganku yang paling kusesali adalah kehilangan kamu, Sarah. Sarah Rezivvon Tinayo, orang yang selama hidupnya sempat kusia-siakan. Orang yang terlampau baik, yang bahkan sejahat apapun aku padanya, dia masih tetap mau menyapaku. Orang yang terlalu luar biasa, yang bahkan sejutek apapun aku padanya, dia masih tetap mau memberikan senyum tulusnya. Orang yang terlalu murah hati, yang bahkan se-tak-peduli apapun aku padanya, dia masih tetap mau peduli padaku. Peduli sekali, bahkan peduli pada skripsiku. Kamu, Sarah, orang yang juga punya andil membantu skripsiku secara nyata. Yang bahkan di hari-hari terakhir hidupnya masih mau kusibukkan dengan pertanyaan tentang administrasi kampus, bahkan ku gerecok dengan chat " Saraaahh kapan skripsian bareng lagi?" Aku kehilangan kamu Sarah. Kehilangan sekali. 

Sedihnya, saat mulai mencapai pertengahan tahun ini, aku masih merasa kosong. Tidak berguna. Sia-sia. Sedihnya, walaupun sekitarku ramai, di dalam aku merasa sepi. 

No comments:

Post a Comment