Wednesday, April 22, 2015

Is it, right?

Sakit.
Saat ditanya, "Udah sampai mana skripsinya?" "Kok gak selesai-selesai kerjain skripsi?" "Udah setahun lebih bikin skripsi, belom sidang sih?". Yang bikin sakit, yang menanyakan adalah mama. 
Kenapa sakit? Jujur, selama kuliah sejak masuk sampai semester 8 tak pernah kuterima pertanyaan soal tugasku. Mau pulang malam yasudah. Mau nginep yasudah. Tak pernah kuterima dukungan yang secara eksplisit mendukungku untuk mengerjakan tugas. Padahal tugas kuliah dulu berat, capek, penuh perjuangan.

Kenapa sakit? 
Sekarang aku merasa ditagih setiap hari. Ditagih layaknya hutangku besar sekali. Sakit karena aku tak pernah diberi kata semangat. Sakit karena aku hanya dituntut tanpa didukung. Mungkin itu bentuk dukungan, dengan menagihku setiap hari. Tapi aku lelah, ma. Di rumah setiap hari berusaha buka laptop dan tak ada inspirasi. Aku lelah, ma. Tapi tak pernah kudapat perhatian darimu. Sakitnya tuh disiniiiii... *biar kekinian sedikit* Tapi toh meskipun sakit aku bisa berharap. Harapanku bukan padamu, ma. Bukan padamu, pa. Bukan padamu, dik. Bukan padamu, teman. 
Kenapa bukan padamu? Karena manusia mengecewakan.

Aku hanya berharap padamu, Tuhan.
Aku hanya berharap pada sumber pengharapan.
Aku yakin Kau tidak mengecewakan.
And I know pain is real, but so is hope. Is it, God?

No comments:

Post a Comment